ini cuma mindah cerpenku dari blogku yang laen,,,
TEMAN=PECUNDANG?!?
Dengan lesu dan letih yang menyerang, aku membanting tas di atas lantai. Lalu menghempaskan badan di atas kasur di kamar. “Hhh…hari yang sangat panas,”keluhku. Sambil memandangi langit-langit rumah, aku berusaha membayangkan hal-hal yang lucu. Tapi, entah mengapa, ada satu kisah yang selalu mengusik pikiranku sampai sekarang….Kisah di mana aku masih anak ingusan, kelas 5 SD.
Saat itu aku termasuk anak yang lincah dan banyak teman. Saat istirahat, aku senang sekali bermain, jajan, bercanda dan melakukan hal-hal yang selayaknya dilakukan anak-anak seumurku. Eits! Tapi jangan salah ya, walaupun senang bermain, aku tak lupa dengan yang namanya belajar. Belajar adalah no.1 bagiku. Mustahil memang, tapi begitulah kenyataannya. Bukannya menyombong, tapi ranking 1 selalu kuraih dari kelas 1. Mungkin tanpa aku sadari, rasa iri atau kecemburuan telah merasuki salah seorang teman dekatku. Ia sebenarnya anak pindahan sejak kelas 2, namanya Panji (samaran). Pintar, cerdas, tapi agak pendiam. Jujur saja, aku menyukainy. Karena, memang Panji adalah anak baik yang cukup disukai teman-temannya. Cinta monyet memang….
Kisah ini berawal saat liburan kenaikan usai, dan aku memasuki cawu pertama. Tepat hari pertama aku yang sangat bersemangat menyambut kelas baru itu tidak sadar akan kisah sedih yang bakal menimpa diriku. Entah dari mana asalnya, aku yang baru saja menginjakkan kaki memasuki ruang kelas 5 itu, langsung tidak diacuhkan teman-teman sekelas. Saat itu, aku belum sadar apa yang terjadi, sampai saat pemilihan pengurus kelas tiba. Saat Wali kelas mencalonkan aku, semua teman serempak mencemooh dan menghinaku. Deg! Jantungku saat itu serasa berhenti berdetak dengan perubahan sikap teman-teman. Aku bingung melihat teman-teman. Bahkan, teman akrabku pun menjauhiku. Dan akhirnya, Panji lah yang terpilih menjadi ketua kelas. Sorak sorai yang menakutkan terus bergaung di telingaku.

